Aku tulis sajak ini
untuk menghibur hatimu
sementara kau kenangkan
encokmu
kenangkanlah pula masa remaja
kita yg gemilang dan juga masa depan kita yg
hampir rampung
dan dgn lega akan kita lunaskan
kita tidaklah terasing dan
sendiri dgn nasib kita
karena soalnya adalah hukum sejarah kehidupan
suka duka kita bukanlah
istimewa
karena setiap orang
mengalaminya
hidup tidaklah untuk mengeluh dan mengaduh
hidup adalah untuk mengolah
hidup
bekerja membalik tanah
memasuki rahasia langit dan
samodera serta mencipta dan mengukir
dunia.
......
(WS. Rendra)
lalu ketika Rendra di tanya
dalam suatu wawancara di sebuah majalah negri ini, "kapan
anda buat sajak ini?",
lalu Rendra menjawab, "saat itu
saya masih mahasiswa, belum
beristri, belum mengerti cinta.
Sepanjang pikiran saya waktu itu, kalau saya jatuh cinta akan
kayak begini. Dan saya
membayangkan diri saya itu tua.
Itu idealisasi saya mengenai
suami istri, bagaimana
menempuh hidup bersama itu dgn berbagai masalahnya. Saya
mulai berpikir, dan saat itu lagi
senang senangnya
mempertimbangkan pendekatan
pendekatan filosofis".
in memoriam: WS. Rendra
kopi paste lagi dari http://samanihudson.co.cc
aku tulis komentar ini. untuk menghibur hatimu. sementara kau kenangkan boyokmu.aku tulis komentar ini. untuk menghibur hatimu. sementara kau kenangkan boyokmu.
BalasHapusaku lemparkan kembali balasan komen mu .
BalasHapusSam ws Rendra keyen yahc