Senin, 20 Juni 2011
Perbudakan
dunia penuh . Perbedaan .
Ada banyak keindahan .
Yg menjadi aneh di kala permainan jadi perbudakan.
~namun demikian
~jangan kau rampas
~ kebebasan meraka hanya karna golek ( wayang )Masa kini .
Tetapi juga jngn lah lupa pd kulit kita sendiri.
>sperti bocah kecil yg asik bemain pulng lah nak hari sdah larut saat nya kau ke peraduan ...
Lanjut kan permainan mu dlm mimpi indahmu .
Minggu, 19 Juni 2011
sajak seorang tua kepada istrinya
Aku tulis sajak ini
untuk menghibur hatimu
sementara kau kenangkan
encokmu
kenangkanlah pula masa remaja
kita yg gemilang dan juga masa depan kita yg
hampir rampung
dan dgn lega akan kita lunaskan
kita tidaklah terasing dan
sendiri dgn nasib kita
karena soalnya adalah hukum sejarah kehidupan
suka duka kita bukanlah
istimewa
karena setiap orang
mengalaminya
hidup tidaklah untuk mengeluh dan mengaduh
hidup adalah untuk mengolah
hidup
bekerja membalik tanah
memasuki rahasia langit dan
samodera serta mencipta dan mengukir
dunia.
......
(WS. Rendra)
lalu ketika Rendra di tanya
dalam suatu wawancara di sebuah majalah negri ini, "kapan
anda buat sajak ini?",
lalu Rendra menjawab, "saat itu
saya masih mahasiswa, belum
beristri, belum mengerti cinta.
Sepanjang pikiran saya waktu itu, kalau saya jatuh cinta akan
kayak begini. Dan saya
membayangkan diri saya itu tua.
Itu idealisasi saya mengenai
suami istri, bagaimana
menempuh hidup bersama itu dgn berbagai masalahnya. Saya
mulai berpikir, dan saat itu lagi
senang senangnya
mempertimbangkan pendekatan
pendekatan filosofis".
in memoriam: WS. Rendra
kopi paste lagi dari http://samanihudson.co.cc
untuk menghibur hatimu
sementara kau kenangkan
encokmu
kenangkanlah pula masa remaja
kita yg gemilang dan juga masa depan kita yg
hampir rampung
dan dgn lega akan kita lunaskan
kita tidaklah terasing dan
sendiri dgn nasib kita
karena soalnya adalah hukum sejarah kehidupan
suka duka kita bukanlah
istimewa
karena setiap orang
mengalaminya
hidup tidaklah untuk mengeluh dan mengaduh
hidup adalah untuk mengolah
hidup
bekerja membalik tanah
memasuki rahasia langit dan
samodera serta mencipta dan mengukir
dunia.
......
(WS. Rendra)
lalu ketika Rendra di tanya
dalam suatu wawancara di sebuah majalah negri ini, "kapan
anda buat sajak ini?",
lalu Rendra menjawab, "saat itu
saya masih mahasiswa, belum
beristri, belum mengerti cinta.
Sepanjang pikiran saya waktu itu, kalau saya jatuh cinta akan
kayak begini. Dan saya
membayangkan diri saya itu tua.
Itu idealisasi saya mengenai
suami istri, bagaimana
menempuh hidup bersama itu dgn berbagai masalahnya. Saya
mulai berpikir, dan saat itu lagi
senang senangnya
mempertimbangkan pendekatan
pendekatan filosofis".
in memoriam: WS. Rendra
kopi paste lagi dari http://samanihudson.co.cc
Sabtu, 18 Juni 2011
mana itu budaya barat? mana itu budaya timur?
Di semua film yg saya tonton,
pada adegan tokoh yg meminta
api saat hendak menyulut
sebatang rokok, semuanya
memberikan api nya dan bukan
alat pemantik nya. Misal di video klip Guns N' Roses
judul "November Rain",
digambarkan disitu satu grup
sedang berkumpul untuk
merayakan kesuksesan. Di sofa
itu mereka semua hendak menyalakan rokok, maka api dari
pemantik disodorkan dari satu
orang ke masing masing orang.
(mereka tidak menyalakan
pemantik itu sendiri sendiri)
kemudian di banyak film yg lain
digambarkan orang yg meminta
api itu berkata, "light please..".
Lalu yg punya pemantik itu
menyalakan pemantik api nya
dan menyodorkan api nya ke yg meminta (bukan pemantiknya yg
diserahkan). Yg begini sebenarnya menyimpan
pesan moral, namun saya tidak
bisa menyampaikanya sekarang.
Alkisah, di film indonesia yg judul
nya saya lupa. Tapi yg jelas
menceritakan tentang perjalanan
hidup Sumanto si pemakan
mayat. Pada satu adegan,
dikisahkan si Sumanto sedang berada dalam perjalanan menuju
kota hendak mengirim uang ke
kampung halamanya melewati
sebuah kebun.
Ditengah perjalanan, ditengah
kebun itu, Sumanto
diberhentikan oleh seseorang yg
kemudian orang itu meminta api
untuk menyalakan sebatang
rokok. Namun Sumanto memberikan pemantik nya
(bukan api nya) si peminjam kemudian berbalik
arah dan melangkah beberapa
meter dari Sumanto (menghindari
arah angin mungkin). Setelah
selesai menyalakan rokok nya, si
peminjam tadi berbalik arah lagi dan menyodorkan pemantik itu
tanpa melangkah kedekat
Sumanto, "ini, bung!".
Sumanto melangkah kedepan
mengambil pemantiknya yg
dipinjam tadi. Tapi belum sempat
pemantik itu diambil, dari
belakang tiba tiba seseorang
telah menyergapnya dgn mengalungkan celurit di lehernya,
"jangan bergerak!".
Rupanya
daritadi orang itu sembunyi
dibalik kebun. Sumanto pun dirampok kedua
orang itu.
###
kopi paste dari psychosomatic
pada adegan tokoh yg meminta
api saat hendak menyulut
sebatang rokok, semuanya
memberikan api nya dan bukan
alat pemantik nya. Misal di video klip Guns N' Roses
judul "November Rain",
digambarkan disitu satu grup
sedang berkumpul untuk
merayakan kesuksesan. Di sofa
itu mereka semua hendak menyalakan rokok, maka api dari
pemantik disodorkan dari satu
orang ke masing masing orang.
(mereka tidak menyalakan
pemantik itu sendiri sendiri)
kemudian di banyak film yg lain
digambarkan orang yg meminta
api itu berkata, "light please..".
Lalu yg punya pemantik itu
menyalakan pemantik api nya
dan menyodorkan api nya ke yg meminta (bukan pemantiknya yg
diserahkan). Yg begini sebenarnya menyimpan
pesan moral, namun saya tidak
bisa menyampaikanya sekarang.
Alkisah, di film indonesia yg judul
nya saya lupa. Tapi yg jelas
menceritakan tentang perjalanan
hidup Sumanto si pemakan
mayat. Pada satu adegan,
dikisahkan si Sumanto sedang berada dalam perjalanan menuju
kota hendak mengirim uang ke
kampung halamanya melewati
sebuah kebun.
Ditengah perjalanan, ditengah
kebun itu, Sumanto
diberhentikan oleh seseorang yg
kemudian orang itu meminta api
untuk menyalakan sebatang
rokok. Namun Sumanto memberikan pemantik nya
(bukan api nya) si peminjam kemudian berbalik
arah dan melangkah beberapa
meter dari Sumanto (menghindari
arah angin mungkin). Setelah
selesai menyalakan rokok nya, si
peminjam tadi berbalik arah lagi dan menyodorkan pemantik itu
tanpa melangkah kedekat
Sumanto, "ini, bung!".
Sumanto melangkah kedepan
mengambil pemantiknya yg
dipinjam tadi. Tapi belum sempat
pemantik itu diambil, dari
belakang tiba tiba seseorang
telah menyergapnya dgn mengalungkan celurit di lehernya,
"jangan bergerak!".
Rupanya
daritadi orang itu sembunyi
dibalik kebun. Sumanto pun dirampok kedua
orang itu.
###
kopi paste dari psychosomatic
Langganan:
Komentar (Atom)
